Udah Pantas Belum??


Lebih mulia memendam perasaan daripada mengungkapkannya, jika larinya malah perbuatan dosa.

Ketika yang lain sibuk pacaran kesana-kemari, mari sibukkan diri kita dengan memantaskan diri.

Kalau sudah tau pacaran itu ujungnya patah hati, benci, dendam, dan perasaan negatif lainnya, terus kenapa masih mau pacaran?

Tugas kita sebagai pencari jodoh adalah memantaskan diri, bukan sibuk berpacaran.

Yakinkan diri bahwa jodoh di tangan Allah dan nggak mungkin tertukar, karena kita diciptakan berpasang-pasangan.

Tentang siapa jodoh kita, bagaimana bentuknya, warna kulitnya, wajahnya, pekerjaannya, nggak usah over fantasi deh! Pantaskan diri aja dulu.

Kalau ada yang masih nggak percaya bahwa jodoh di tangan Allah maka dia juga nggak percaya sama kematian, karena jodoh dan mati itu sama-sama di tangan Allah dan sama-sama rahasia Allah.

Jodoh itu sama dengan masalah rezeki, harus diusahakan untuk mendapatkannya. Tapi, tentu nggak dengan pacaran.

Jodoh itu Allah yang memberi. Tugas kita hanya mempersiapkan dan memantaskan diri untuk menerimanya.

Banyak di antara kita yang ingin masuk surga tapi jalannya salah. Banyak juga yang ingin jodoh saleh atau saleha tapi diri sendiri belum saleh atau saleha.

Jodoh itu ibarat kancing dan lubang baju. Kancing nggak boleh terlalu besar untuk lubang, begitu  juga sebaliknya. Orang yang berjodoh itu pasti serasi. Orang saleh akan berjodoh dengan orang yang saleha.

Bermimpi mendapatkan jodoh yang saleh atau saleha tapi diri sendiri masih suka bermaksiat sama dengan mimpi di siang bolong.



Lalu bagaimana sih cara memantaskan diri itu? Ini salah satu contohnya:
1. Kalau misalnya kita mengharapkan jodoh yang kelak menjadi ibu yang baik buat anak-anak kita, mulai sekarang kita harus merintisnya dari diri kita sendiri, misalnya dengan menyantuni anak yatim, anak jalanan, dan anak-anak tetangga di sekitar kita.

2. Kalau misalnya kita mengharapkan jodoh yang tangguh agar bisa membangun bahtera rumah tangga yang kuat dan kokoh, mulai sekarang kita harus sudah melatih diri untuk bersabar dalam setiap cobaan dan mensyukuri segala nikmat dari Allah..


Dikutip dari buku "I BELIEVE" :)

Komentar

Postingan Populer