Sssst.. Gossip!!


Menurut Imam Ghazali, ada beberapa faktor yang mendorong seseorang berghibah.
Pertama, melampiaskan kemarahan. Jika sedang marah, seseorang cenderung mudah menyebutkan keburukan-keburukan orang lain.

Kedua, untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman, dengan basa-basi, serta mendukung pembicaraan mereka, walaupun pembicaraannya itu menyebutkan keburukan orang.

Ketiga, ingin mendahului menjelek-jelekkan keadaan orang yang dikhawatirkan memandang jelek tentang dirinya sendiri di sisi orang yang disegani.

Keempat, keinginan "bercuci tangan" dari perbuatan yang ditujukan kepada diri seseorang.

Kelima, keinginan untuk membanggakan diri. Biasanya, orang seperti ini ingin mengangkat dirinya sendiri sekaligus menjatuhkan orang lain.

Keenam, rasa dengki. Bisa jadi, seseorang mendengki orang lain yang disanjung, dicintai, dan dihormati oleh banyak orang, dengan tujuan menginginkan lenyapnya nikmat dari orang itu, tetapi tidak mendapatkan jalan, kecuali dengan mempermalukan orang tersebuit di hadapan banyak orang.

Ketujuh, bermain-main, bersenda gurau, dan mengisi waktu kosong dengan lelucon, kemudian seseorang menyebutkan aib orang lain agar orang-orang menertawakannya.

Kedelapan, melecehkan dan merendahkan orang lain untuk menghinakannya. Penyebabnya adalah sombong dan menganggap kecil orang lain.


Dalam hadits pun disebutkan:
"Siapa menutup aib seorang Muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di Hari Kiamat" (HR Muslim)

Kalau kata Ust. Felix Siauw:
Jika Allah yang Mahatahu saja berkenan menutup aib kita | apa alasan kita suka membuka aib saudara seiman kita?
dan..
Bila semua aib Allah dedahkan ke muka ramai manusia | lantas apa kebanggaan yang masih tersisa dari kita?

Nah makanya jagalah lisan kita dari perkataan yang tidak berguna apalagi sampai membongkar aib saudara sendiri. Kalau kata Ali bin Abi Thalib "Lidah itu seperti singa, jika Anda membiarkannya lepas itu akan melukai seseorang". So, sekarang saatnya kita ikuti hadits ini:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkata yang baik-baik saja atau diam" (HR Bukhari dan Muslim)

Komentar

Postingan Populer