BACKPACKER TO UBUD - Persiapan dan Day 1
Kalau ke Bali, tempat yang sering dijadikan tujuan wisata biasanya
pantai-pantainya yang berada di Selatan Pulau Bali. Tapi perjalanan ke Bali
kali ini saya lebih memfokuskan perjalanan ke Bali bagian tengah agak ke utara
(Ubud dan sekitarnya).
Saya ke Bali dengan modal dadakan, akhir Desember 2017
kemarin udah nyari-nyari tiket ke Bali. Mikirnya sih pesawat akan murah karena
Bali baru saja mendapat musibah yaitu Gunung Agung yang baru saja erupsi walau
saat itu kondisi sudah membaik. Ternyata harga tiket PP ke Bali dari Jakarta
dari berbagai maskapai masih termasuk mahal (sekitar 1,2 juta) bagi saya yang
suka perjalanan backpacker murah, hehe. Bersyukurlah, keesokan harinya teman
saya yang tinggal di Ubud memberikan info promo tiket murah dari IG
@kawanransel dengan tiket Jakarta Bali PP hanya 880 ribu. Tanpa pikir panjang
saya langsung pesan tiket tersebut. Catatan saja, untuk pakai promo ini kita
harus menyesuaikan jadwal yang sudah diberikan pihak travel, jadi biasanya
untuk tanggal merah atau long weekend sudah tidak tersedia. Alhasil saya pesan
tiket berangkat pada Sabtu siang dan tiket kembali di Rabu pagi sehingga
mengharuskan saya ambil cuti 2 hari (Senin & Selasa). But it’s worth it.. J
![]() |
| Welcome to BALI |
Saya berangkat awal Januari dan sangat disayangkan cuaca
saat itu tidak bersahabat. Pesawat saya delay dari Jakarta & ketika mau
mendarat pun harus antre 30 menit baru bisa landing. Sampai bandara I Gusti
Ngurah Rai saya lansung disambut hujan, walau cuma gerimis. Alhamdulillah..
Untuk ke Ubud dari bandara sebenarnya bisa menggunakan taksi
bandara tapi biayanya sangat mahal (sekitar 200-300 ribu) & taksi online
dilarang di bandara. Karena saya melakukan perjalanan low budget, jadi saya
menggunakan ojek online. Buat naik ojek online saya harus jalan dulu ke
parkiran motor & janjian dijemput di sana. Tapi jika pakai ojek online kita
tidak bisa langsung ke Ubud karena jaraknya melebihi 25 km. Jadi kita harus
mutus-mutus gitu atau bahasa yang sering saya gunakan yaitu ngeteng. Pertama destinasi saya ke KFC
Sanur, jaraknya dari bandara 16 km dengan harga sekitar 27 ribu. Lalu kita bisa
pesan ojek online lagi dari situ ke Ubud yang jaraknya sekitar 20 km. Tapi
ketika di Sanur, teman saya menjemput dari Ubud. Jadi dari Sanur ke Ubud saya
berangkat bersama teman saya.
Di Ubud saya menginap di kosan teman saya (irit biaya
penginapan), tapi tenang saja di Ubud banyak kok tempat penginapan dengan rate 200-300
ribu per malam. Tinggal preferensi kalian saja mau tempat menginap yang seperti
apa dengan budget yang sesuai.
Karena pesawat saya yang delay, saya sampai Ubud menjelang
maghrib. Ubud berbeda dengan Kuta atau Seminyak yang masih ramai di malam hari.
Kalau di Ubud tidak banyak wisata yang dikunjungi ketika malam hari. Tapi
beruntungnya saya, sesampainya di Ubud itu hari Sabtu karena biasanya banyak
pementasan tari di pura-pura besar di Ubud. Biasanya pementasan tari diadakan di
hari Sabtu atau Minggu malam.
Malam itu saya menikmati pementasan Tari Barong di Pura
dekat tempat saya menginap (sebenernya lupa nama puranya apa, maafkan J). Biaya untuk menonton
pementasan itu 100 ribu per orang tapi lagi-lagi beruntungnya saya, ketika
pementasan itu anak dari ibu kos teman saya menjadi salah satu pementas
sehingga kami bisa menonton secara gratis. Inilah foto-foto suasana pementasan.
Setelah menonton pementasan saya langsung istirahat karena
tidak ada tempat lagi yang bisa dikunjungi sekaligus istirahat untuk perjalanan
esok harinya.
To be continued to Day 2~


Komentar
Posting Komentar