3D2N Trip to Banyuwangi part 1
Trip ini diprakarsai oleh Shomat yang sebelumnya udah pernah kesini. Kami berangkat tanggal 5-May-2016 dengan beranggotakan 4 orang dari Jogja (saya, Yulia, Alan, & Shomat), 1 orang dari Madura (Made), dan 1 orang dari Bali (Wiwid). Perjalanan kami berempat dari Jogja ditempuh menggunakan kereta dengan perjalanan selama hampir 13 jam. Bosen? Gak dong, karena perjalanannya rame-rame gak berasa bosen atau ngantuk karena sepanjang jalan ada aja yang bisa dijadiin bahan obrolan. Singkat cerita kami sampai di Stasiun Karangasem Banyuwangi malam hari. Kebetulan penginapan kami persis di seberang stasiun, jadi sampai stasiun kami gak perlu jauh-jauh untuk ke tempat penginapan.
Sampai stasiun kami makan malam dulu di warung depan stasiun sambil menunggu Made & Wiwid. Awalnya besok pagi kami mau langsung ke kawah Ijen tapi ibu penginapannya bilang lebih baik kami ke Taman Baluran dulu karena kalau mau ke Kawah Ijen harus berangkat dari tengah malam sedangkan kami baru sampai sekitar jam 10 malam, pasti capek banget kalau harus berangkat shubuh-shubuh gitu. Alhasil kami menuruti saran si ibu.
Keesokan harinya tujuan kami yaitu ke Taman Baluran menggunakan motor yang bisa disewa di tampat kami menginap juga. Kami berangkat pagi untuk cari sarapan dulu di jalan, setelah sarapan kami sempat mampir ke Pantai Watudodol. Pantainya gak seperti pantai-pantai lainnya yang banyak pasirnya tapi justru banyak batu karang hitamnya. Dari sini kita bisa sudah melihat Pulau Bali namun sayang belum bisa main sampai sana untuk kesempatan saat itu. Hehe..
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan utama kami yaitu ke Taman Baluran. Kalau kalian pecinta Raisa pasti tau tempat ini karena Raisa pernah bikin video klip di sini di lagunya "Jatuh Hati". Taman Baluran ini juga biasa disebut Sabana Afrika dari Indonesia, tapi kalau di Afrika kan sabananya warna kuning gitu tapi saat kemaren saya kesana sabananya lagi hijau-hijaunya karena masih masuk musim hujan. Tapi saya sih seneng aja karena saya lebih prefer warna hijau dibanding kuning, hehe..
Di tempat ini saat itu kami cuma bisa melihat monyet, rusa, burung, dan yang bikin takjub banteng Jawa walau dari kejauhan. Mungkin kalau kesini pada malam hari bisa melihat lebih banyak binatang tapi perizinnannya pasti lebih ketat.
Selain sabana, di taman baluran ini ada pantainya juga namanya Pantai Bama. Di pantai ini pasirnya putih, ombaknya juga tidak terlalu tinggi jadi bisa main air dan aman juga buat anak-anak. Selain itu ada hutan mangroovenya di kawasan ini.
Setelah puas foto-foto kami melanjutkan perjalanan, kami coba mampir ke Pantai Basring Rumah Apung. Di pantai ini sebenernya kita bisa berenang bareng ikan hiu kalau gak salah tapi karena kami berenam gak ada yang bawa baju ganti dan emang gak ada yang berniat untuk basah-basahan jadinya kami cuma duduk-duduk santai di tepi pantai. Di pantai ini pasirnya tidak putih tapi hitam cuma gak sehitam Pantai Parangtritis juga sih. Trus banyak banget anak-anaknya yang main kesini. Kayaknya ini emang jadi tempat wisata keluarga gitu deh dan emang yang bikin menarik karena bisa berenang bareng hiunya itu sih makanya rame.
Menjelang maghrib kami berangkat untuk cari makan malam. Tujuan tempat makan kami di Pantai Boom. Karena malam hari kami jadi tidak memerhatikan kondisi pantao dan mungkin juga karena kelaparan sih. Hehe.. Di tempat ini banyak pilihan makanan, ada ayam goreng, soto, sate, dan masakan Indonesia lainnya. Tinggal pilih sesuai selera dan harganya pun masih cukup wajar.
Selesai makan malam kami kembali ke penginapan dan istirahat karena tengah malam kami akan melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen.
Bersambung ke post selanjutnya..
Sampai stasiun kami makan malam dulu di warung depan stasiun sambil menunggu Made & Wiwid. Awalnya besok pagi kami mau langsung ke kawah Ijen tapi ibu penginapannya bilang lebih baik kami ke Taman Baluran dulu karena kalau mau ke Kawah Ijen harus berangkat dari tengah malam sedangkan kami baru sampai sekitar jam 10 malam, pasti capek banget kalau harus berangkat shubuh-shubuh gitu. Alhasil kami menuruti saran si ibu.
Keesokan harinya tujuan kami yaitu ke Taman Baluran menggunakan motor yang bisa disewa di tampat kami menginap juga. Kami berangkat pagi untuk cari sarapan dulu di jalan, setelah sarapan kami sempat mampir ke Pantai Watudodol. Pantainya gak seperti pantai-pantai lainnya yang banyak pasirnya tapi justru banyak batu karang hitamnya. Dari sini kita bisa sudah melihat Pulau Bali namun sayang belum bisa main sampai sana untuk kesempatan saat itu. Hehe..
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan utama kami yaitu ke Taman Baluran. Kalau kalian pecinta Raisa pasti tau tempat ini karena Raisa pernah bikin video klip di sini di lagunya "Jatuh Hati". Taman Baluran ini juga biasa disebut Sabana Afrika dari Indonesia, tapi kalau di Afrika kan sabananya warna kuning gitu tapi saat kemaren saya kesana sabananya lagi hijau-hijaunya karena masih masuk musim hujan. Tapi saya sih seneng aja karena saya lebih prefer warna hijau dibanding kuning, hehe..
Di tempat ini saat itu kami cuma bisa melihat monyet, rusa, burung, dan yang bikin takjub banteng Jawa walau dari kejauhan. Mungkin kalau kesini pada malam hari bisa melihat lebih banyak binatang tapi perizinnannya pasti lebih ketat.
Selain sabana, di taman baluran ini ada pantainya juga namanya Pantai Bama. Di pantai ini pasirnya putih, ombaknya juga tidak terlalu tinggi jadi bisa main air dan aman juga buat anak-anak. Selain itu ada hutan mangroovenya di kawasan ini.
Setelah puas foto-foto kami melanjutkan perjalanan, kami coba mampir ke Pantai Basring Rumah Apung. Di pantai ini sebenernya kita bisa berenang bareng ikan hiu kalau gak salah tapi karena kami berenam gak ada yang bawa baju ganti dan emang gak ada yang berniat untuk basah-basahan jadinya kami cuma duduk-duduk santai di tepi pantai. Di pantai ini pasirnya tidak putih tapi hitam cuma gak sehitam Pantai Parangtritis juga sih. Trus banyak banget anak-anaknya yang main kesini. Kayaknya ini emang jadi tempat wisata keluarga gitu deh dan emang yang bikin menarik karena bisa berenang bareng hiunya itu sih makanya rame.
Menjelang maghrib kami berangkat untuk cari makan malam. Tujuan tempat makan kami di Pantai Boom. Karena malam hari kami jadi tidak memerhatikan kondisi pantao dan mungkin juga karena kelaparan sih. Hehe.. Di tempat ini banyak pilihan makanan, ada ayam goreng, soto, sate, dan masakan Indonesia lainnya. Tinggal pilih sesuai selera dan harganya pun masih cukup wajar.
Selesai makan malam kami kembali ke penginapan dan istirahat karena tengah malam kami akan melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen.
Bersambung ke post selanjutnya..









Komentar
Posting Komentar