3D2N Trip to Banyuwangi part 2

Sekitar pukul 1 pagi kami sudah bangun dan bergegas untuk melakukan perjalanan ke Kawah Ijen. Dengan kondisi jalanan masih gelap dan tentunya dingin kami naik motor kesana. Sampai tempat parkir, gak disangka tempat itu sudah sangat ramai. Selama perjalanan mendaki pun kami harus mengantre untuk jalan. Kebanyakan turis yang datang selain lokal juga mancanegara seperti China, Korea, Perancis, dll. Seru sih jadi makin rame cuma gak enaknya kita jalan gak bisa santai karena harus menyesuaikan dengan jalannya orang bule, kalau gak kuat ya harus cari tempat berhenti yang agak luas karena takut menghalangi yang lain untuk jalan. Oiya mendekati kawahnya kita harus siapin masker karena bau belerangnya cukup menyengat.

Dan tentu saja ketika kami mau ke Blue Fire-nya (icon Kawah Ijen) macet banget, sampai saya yang pnya tubuh pendek ini gak sanggup untuk melakukan perjalanan karena harus bersaing untuk mendapatkan oksigen sama orang-orang yang jauh lebih tinggi. Dan ternyata teman-teman yang lain merasakan hal yang sama kecuali Made. Yaudah deh, kami berlima selain Made mengambil alternatif view lain dari Kawah Ijen ini walau rada sedih gak bisa melihat secara langsung Blue Firenya.

Kalau mau ke Blue Fire kami harus melalui jalanan turunan mendekati danau tapi kami memilih jalanan mendaki. Ternyata di tempat itu kami bisa melihat bangunan seperti benteng bekas penginggalan Belanda dan di tempat ini kami bisa melihat sunrise walau saat itu tidak begitu cerah. Dan ketika matahari mulai terlihat kami sungguh bersyukur memilih spot ini karena kami bisa melihat danau atau Kawah Ijennya dari atas. Super duper bagus banget pemandangannya. Dan ketika kembali ke jalan pulang, ternyata sekeliling jalan kami itu juga banyak view yang bagus dan tempatnya seperti mengingatkanku dengan hutan mati di Gunung Papandayan gitu. Jadi gak gitu nyesel deh gak liat Blue Fire kalau pemandangan penggantinya gak kalah bagus kayak gini. Hehehe..




Setelah puas di Kawah Ijen kami kembali ke tempat parkir dan bergabung dengan Made yang sudah lebih dulu balik. Lalu kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di sembarang tempat untuk makan siang. Kami makan siang di pinggir jalan yang masih berhutan, bahkan tempat duduk kami makan itu dibuat pondokan dari bekas-bekas pohon gitu. Jadi merasa back to nature banget lah sampai-sampai kami sempat terlelap sesaat.

Selesai makan kami harus menyiapkan tenaga lagi untuk ke Pantai Pulau Merah. Perjalanan kami kesana dari tempat kami saat itu hampir 3 jam, jauh banget kan? Karena Pantai Pulau Merah ini berasa di bagian Selatan sedangkan Kawah Ijen berada di tengah agak ke Utara sedikit. Tadinya udah pada mau nyerah semua cuma ngerasa sayang membuang waktu karena udah sampai sini akhirnya dengan masih muka kelelahan kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Pulau Merah.

Sampai Pantai Pulau Merah beberapa dari kami cuma leyeh-leyeh di bawah payung yang disediakan di tepi pantai sedangkan saya, Yulia, dan Made gak mau rugi. Jadi kami explore pantai ini dan cari spot oke buat foto. Hehe.. Saat kami explore, air pantai sedang surut jadi kami bisa melihat berbagai macam binatang laut. Trus saya juga sempat melihat para nelayan yang sedang ingin berangkat ke laut dan yang paling bikin takjub melihat anak kecil yang udah jago main surfing. Jadi memang di pantai ini ombaknya cukup besar tapi masih aman jadi pas banget deh olahraga surfing.



Perjalanan kami ditutup dengan sunset di Pantai Pulau Merah ini yang super cantik tentunya. Setelah puas menikmati sunset di pantai ini, kami kembali ke penginapan karena besok pagi kami sudah melanjutkan perjalanan pulang ke tempat masing-masing.

Yang pasti trip kami kali ini super bahagia, tanpa perencanaan yang ambisius tapi kami bisa mendapat banyak tempat wisata dan dengan semua anggota tim yang kooperatif dan humoris bikin perjalanan jadi seru dan bikin ketawa melulu.

Komentar

Postingan Populer