Trip to Makassar
Biasanya kalau berpergian jauh, paling gak udah ada temen yang pernah ke tempat tujuan atau ada kenalan yang tinggal di sana buat jadi tour guide. Tapi perjalanan saya kali ini bersama travelmate saya, Yulia, hanya berbekal informasi yang terbatas dari blog dan instagram karena dari kami berdua sama sekali belum pernah ke Makassar/Toraja dan tidak punya kenalan sama sekali yang tinggal di sana. Awalnya tahun ini pengen liburan ke Thailand
tapi gak kunjung dapet waktu yang pas & saat itu saya belum punya paspor
alhasil di awal tahun 2018 Yulia nawarin untuk liburan ke Makassar & tanpa
pikir panjang saya langsung mengiyakan. Keesokan harinya kami langsung memesan
tiket pesawat ke Makassar untuk bulan Maret pas ada long weekend. Saat itu harga tiket PP kurang lebih 1,55 juta.
Setelah tiket pesawat aman, kami langsung mencari hotel untuk menginap. Karena pesan tiket berangkat malam hari & sampai Makassar tengah malam untuk hari pertama kami mencari hotel yang lokasinya dekat dengan bandara. Pilihan jatuh ke Hotel Darma Nusantara II jaraknya cuma 3 km dari bandara. Kalau pesan di traveloka pembayarannya langsung di hotel & catatan saja kami sempat zonk karena pemesanan kami tidak terdaftar di hotel tersebut tapi alhamdulillah masih tersedia 1 kamar walau tidak sesuai dengan pesanan kami. Karena kondisi juga udah capek yaudah deh kita ambil aja itu kamar tapi kami bayar sesuai dengan yang kami pesan (padahal harga kamarnya lebih mahal). Jadi kalau mau pesan kamar di hotel ini, baiknya telepon dulu ke pihak hotel untuk memastikan kalau pemesanan kita sudah terdaftar. Untuk hari ke-3 (karena hari ke-2 kami berencana ke TORAJA) pilihan hotel jatuh di Makassar Beach Inn, lokasinya gak begitu jauh dengan Fort Rotterdam & Pantai Losari. Disini juga sialnya pesanan kami melalui traveloka tidak terdaftar padahal kami sudah melakukan pembayaran, tapi alhamdulillah kami masih beruntung karena masih ada kamar yang tersedia namun lagi-lagi dengan pilihan kamar yang tidak sesuai. Pokoknya buat kalian yang sudah pesan hotel kemana pun, baiknya konfirmasi lagi deh pesanan kalian sudah terdaftar atau belum.
Setelah tiket pesawat aman, kami langsung mencari hotel untuk menginap. Karena pesan tiket berangkat malam hari & sampai Makassar tengah malam untuk hari pertama kami mencari hotel yang lokasinya dekat dengan bandara. Pilihan jatuh ke Hotel Darma Nusantara II jaraknya cuma 3 km dari bandara. Kalau pesan di traveloka pembayarannya langsung di hotel & catatan saja kami sempat zonk karena pemesanan kami tidak terdaftar di hotel tersebut tapi alhamdulillah masih tersedia 1 kamar walau tidak sesuai dengan pesanan kami. Karena kondisi juga udah capek yaudah deh kita ambil aja itu kamar tapi kami bayar sesuai dengan yang kami pesan (padahal harga kamarnya lebih mahal). Jadi kalau mau pesan kamar di hotel ini, baiknya telepon dulu ke pihak hotel untuk memastikan kalau pemesanan kita sudah terdaftar. Untuk hari ke-3 (karena hari ke-2 kami berencana ke TORAJA) pilihan hotel jatuh di Makassar Beach Inn, lokasinya gak begitu jauh dengan Fort Rotterdam & Pantai Losari. Disini juga sialnya pesanan kami melalui traveloka tidak terdaftar padahal kami sudah melakukan pembayaran, tapi alhamdulillah kami masih beruntung karena masih ada kamar yang tersedia namun lagi-lagi dengan pilihan kamar yang tidak sesuai. Pokoknya buat kalian yang sudah pesan hotel kemana pun, baiknya konfirmasi lagi deh pesanan kalian sudah terdaftar atau belum.
Selain
hotel persiapan lainnya yaitu penyewaan motor. Serius, untuk yang satu ini agak
ribet banget deh. Sampe banyak banget kontak sewa motor yang ada di handphone
tapi susah dapet yang sesuai dengan yang diinginkan. Kami rencana hanya sewa
motor 1 hari & karena tempat penginapan dengan pusat kota itu sangat jauh
kami pengen motornya bisa diantar jemput oleh penyewa. Nah kebanyakan penyewaan
motor di Makassar itu minimal 2 hari & gak banyak yang bisa memberikan
servis antar jemput. Berikut saya kasih kontak penyewaan motor, persyaratan,
& harganya ya.
1. HLM Rental Motor Makassar (0811462600)
Minimal sewa 2 hari, biaya 75 ribu/hari. Antar jemput gratis. Tapi ketersediaan motornya
gak nentu. Saya sudah booking dari sebulan sebelum keberangkatan, sampe H-1
motornya belum tersedia.
gak nentu. Saya sudah booking dari sebulan sebelum keberangkatan, sampe H-1
motornya belum tersedia.
2. Gracia Rental Motor Makassar (085256159818)
Kalau sewa harian biayanya 100 ribu, kalau minimal 2 hari biaya per hari 75 ribu. Motor
gak bisa diantar jemput, jadi harus ambil sendiri.
gak bisa diantar jemput, jadi harus ambil sendiri.
3. Exbike Rental Motor Makassar (082291193019)
Minimal sewa 2 hari, biaya 75 ribu/hari. Biaya antar jemput kalau jauh dari pusat kota 60
ribu.
ribu.
4. 77 Rental Motor Makassar (085258418777) -- akhirnya pakai jasa sewa ini
Kalau sewa harian 100 ribu, kalau minimal 2 hari biaya per hari 85 ribu. Biaya antar
jemput 100 ribu.
jemput 100 ribu.
Sebenernya masih ada kontak lain, tapi sayangnya gak saya save karena kurang recommended.
Nah langsung ke destinasi yang kita berdua
kunjungi ya. Hari pertama kami pergi ke wisata Rammang-Rammang Maros.
Rammang-Rammang adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst (kapur)
Maros-Pangkep (source: Wikipedia). Selama
perjalanan selain melihat hamparan sawah hijau, kita juga bisa melihat
bukit-bukit & batuan-batuan hitam yang menjulang seperti karang di tengah
laut. Pemandangannya kayak gini nih.
Nah untuk menikmati wisata Rammang-Rammang ini,
kita harus menyewa perahu karena harus menyusuri sungai untuk sampai ke tempat
wisatanya. Biaya untuk naik perahunya beragam sih tergantung besar perahunya.
Waktu itu kami menyewa perahu yang bisa mengangkut 4 penumpang dengan harga 200
ribu. Selama di atas perahu kita disajikan pemandangan hijau dari berbagai
tanaman yang hidup di sekeliling sungai dengan latar belakang bukit kapur khas
Rammang-Rammang seperti berikut ini.
Ini kondisi tempat wisata yang disajikan di
Rammang-Rammang.
Setelah dari Rammang-Rammang, kami melanjutkan
perjalanan ke pusat kota yaitu menuju ke Masjid Amirul Mukiminin (Masjid Apung
Makassar) di Pantai Losari sekaligus menikmati sore di Pantai Losari yang
terkenal di Makassar itu.
That’s all perjalanan hari pertama,
pada hari ke-3 kami melanjutkan perjalanan kami di Makassar dengan wisata kota.
Pertama kami berkunjung ke Benteng Rotterdam, kami cukup jalan kaki dari hotel
karena cukup dekat. Kondisi benteng ini agak mirip dengan benteng vredeburg di
Jogja dengan ciri khas bangunan Belandanya. Ini kondisi di sana.
Setelah dari Benteng Rotterdam kami mampir untuk sholat di Masjid Raya Makassar lalu dilanjutkan ke Monumen Pembebasan
Irian Barat, bangunan monumennya cukup menarik kayak ada kobaran-kobaran apinya
gitu. Ini nih fotonya.
Selanjutnya kami ke Pantai Losari lagi untuk
merasakan kondisi pantai di siang hari. Tapi sebenernya menurut saya pantai ini
kurang recommended sih, karena ini pantai yang gak ada pasirnya. Di sini
pantainya sudah di paving block & di seberang sedang dimulai pengerjaan
reklamasi sehingga lautnya pun di pantai ini sudah tidak kelihatan, jatuhnya
mirip danau aja deh. Cuma karena penasaran aja karena ini tempat yang jadi icon-nya kota Makassar makanya masuk
dalam list perjalanan kami. Tapi kalau ditanya ini wajib dikunjungi atau gak,
kalau menurut saya sih kalau bisa sih cari destinasi yang lain aja deh yang
lebih worth it. Hehe..
Yeah, that’s
all untuk perjalanan saya kali ini ke Makassar. Semoga bisa jadi masukan
buat kalian yang membaca blog ini. Tunggu postingan perjalanan saya berikutnya
ya (TORAJA)!!! :)













Komentar
Posting Komentar