Still in Edinburgh~~


Hari kedua di Edinburgh, kami memutuskan untuk mengikuti tour gratis yang diinfoin sama
resepsionis hostel ketika kami check in. Kebetulan tempat ngumpul Free Tour ini ada di restoran hostel kami, jadi gak perlu jauh-jauh untuk cari tau tempatnya. Makanya kami tertarik. Paginya kami sarapan dulu di Chill Out Room Hostel terus karena infonya jam 9 pagi pihak yang mengadakan free tour akan datang kami udah stand by sebelum jam 9. Tapi belum ada tanda-tanda kedatangan tim Free Tour. Jadinya kami jalan-jalan di sekitaran hostel, dan cuaca hari ini sedikit kurang mendukung karena mendung dan berangin.

Sekitar lebih dari 30 menit kami jalan-jalan, kami kembali ke hostel dan menunggu di kafe. Dan gak berapa lama ada tim dari Free Tournya datang dan mengajak kami yang tertarik ikutan Free Tour untuk mengikuti dia. Dari situ kami bergabung dengan orang-orang lain yang juga berminat ikutan Free Tour ini. Free Tour ini dibagi ke beberapa bahasa. Jadi kita bisa memilih tour guidenya dengan bahasa Inggris, Jerman, Perancis, dan Italia kalau gak salah inget. Tentu saja dong kita pilih yang bahasa Inggris.
rombongan tur gratis

Di kelompok kami sepertinya ada sekitar 20 orangan dari berbagai negara, sempet kenalan sama Ella dari London dan Weiwin dari Myanmar. Tour guide kami namanya Jane, dia aslinya asal Namibia dan sedang kuliah di Edinburgh. Kami memulai tour di daerah Old Town karena tempat ini banyak sejarahnya dan Jane menjelaskan tiap-tiap tempat berikut sejarahnya. Tau dong ya pelafalan bahasa Inggris Amerika dengan UK itu beda banget, dan kita terbiasa dengan bahasa Inggris Amrik jadi agak susah sih ikutin penjelasannya Jane. Lah listening pas TOEFL aja pas-pasan gimana mau dengerin dengan seksama penjelasan dari Jane dengan lafal Britishnya. Hahaha.. Jadi gak gitu banyak nangkep apa yang dijelasin sama Jane. Tapi intinya sih beberapa tempat yang kami kunjungi itu masih digunakan oleh kerajaan Inggris, sependengaran saya itu ada satu tempat yang dijadiin tempat meetingnya Prince Harry dan Kate Midlleton sebelum mereka menikah. Cuma detailnya saya kurang nangkep, lagi-lagi karena keterbatasan bahasa, hahaha..
Tour leader kami, Jane

Rombongan tur kami

Free Tour ini ditutup di tempat Greyfriars Bobby. Icon dari tempat ini adalah si Bobby, seekor anjing peliharaan polisi di Edinburgh dimana si polisi meninggal tahun 1858 dan Bobby setia menunggu di kuburan majikannya hingga 14 tahun lamanya sampai dia mati di tahun 1872. Jadi keinget cerita Hachiko Jepang gak sih? J

Selesai free tour mulai turun hujan walau masih gerimis tapi suhunya jadi makin dingin, akhirnya kami memilih untuk kembali ke hostel dulu untuk menghangatkan badan sambil menunggu hujan reda. Sorenya ketika hujan udah reda kami lanjut jalan ke arah Edinburgh Castle, karena udah sore kastilnya udah tutup jadi sepi deh. Puas deh buat foto-foto di depan kastilnya tanpa bocor (alias gak ada photo bomb). Emang gak ada niat untuk masuk ke dalam kastilnya juga sih karena biaya masuknya lumayan coi, padahal pasti cantik banget pemandangannya dari dalam kastil. Tapi kami cukup puas untuk foto-foto di pintu gerbangnya aja. Setelah itu kami kembali ke hostel. Kedengerannya sih kayak gak menarik banget perjalanan hari ini, but wait. Selama jalan keliling-keliling, suasana kotanya tuh asik banget. Bangunannya super artistik dan historical banget. Kayak nonton film-film Inggris jaman dulu gitu loh. Jadi strolling around selalu amaze pada setiap sudut kotanya, dan menjelang petang feelnya terasa beda dengan sentuhan lampu-lampu kuning temaram remang-remang gitu makin berasa historic dan sedikit horor sih. But it’s very romantic and beautiful!!!
Edinburgh Castle



Victoria Street, Diagon Alleynya Harry Potter terinspirasi dari sini

So, kami kembali ke hostel ketika udah gelap dan makan malam di Chill Out Room lagi. Di sini kami kenalan sama Carola dari Milan dan Malco dari UK. Si Carola ini profesinya artis gitu di Milan, walau mungkin belum terlalu terkenal katanya, tapi lumayan dong bisa kenal sama artis dari Milan.. J Dia lagi solo travelling ke Scotlandia dan besok dia mau ke Stoneheaven agak ke Utara lagi dari Edinburgh. Sedangkan si Malco ini pengalaman travellingnya udah mendunia coi. Dia baru aja melakukan perjalanan 18 bulan ke Amerika Selatan sampai ke Asia. Dan dia kembali ke UK karena harus kerja dan menghasilkan uang untuk bisa lanjut travelling lagi. Buset dah, hidupnya selalu dalam perjalanan. Keren banget. Dan sempet terngiang kata-kata dia intinya “Kebahagiaan itu bukan dilihat dari materi yang kita punya, coba lihat di Afrika. Mereka termasuk negara miskin, tapi mereka masih bisa bersenang-senang, joget sama-sama, dan menikmati hidupnya. Itu contoh kebahagiaan yang sesungguhnya”. Super!!
Foto bareng Malco & Carola

Kami cukup lama ngobrol sama mereka, karena sangking asiknya obrolan kami. Masing-masing nyeritain pengalaman hidupnya dari yang paling umum sampai yang paling pribadi. Kayak si Malco yang cerita soal ceweknya di Thailand yang akhirnya dia tinggalkan karena mereka sebenernya sudah punya pasangan masing-masing di negaranya tapi mereka saling cinta dan cerita Carola yang sempet gagal casting, dll. Seriously, sometimes we can more open to someone that we just know because they will not judge us and just hear it your story, right? Kayaknya kami ngobrol sampe hampir tengah malam, akhirnya kami memutuskan untuk menyelesaikan obrolan karena besok pagi kami sudah punya agenda masing-masing.

Esok paginya saya dan Yulia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Dean Village. Sebelum berangkat kami sarapan dulu dong di Chill Out Room seperti biasa, tapi ada insiden dulu dong. Kami rencana mau ngerebus telor, yaudah dimasukin lah itu telor bulet di tupperware + dikasih air trus lanjut di microware (alata masak yang disediain cuma ini doang). Pertama Cuma 2 menit doang, tapi ngerasa belum mateng kami lanjut microwave lagi 2 menit dan gak berapa lama “BOOOM”. Microwavenya kebuka dan semua isi telor itu muncrat sampe ngalir keluar microwave. Asli kaget banget, mana lagi banyak orang lagi disitu (ada kawanan anak-anak SMA Jerman gitu). Asli malu campur kaget, langsung deh bersihin itu microwave. Percobaan pertama gagal, kami gak nyerah dong jadi kami bikin lagi tapi sekarang buatnya telornya dipecahin dulu dari cangkangnya. Untungnya microwavenya masih bisa digunain, jadi percobaan kedua berhasil. Alhamdulillah bisa sarapan juga, haha.. Selesai insiden memalukan itu dan perut kami pun udah cukup terisi kami segera berangkat ke Dean Village. Untuk kesini kami cukup jalan kaki, lumayan jauh sebenernya kalau diukur dengan jalan kaki. Tapi karena suasana yang adem, bersih, dan jauh dari polusi perjalanannya jadi gak berasa. Sebenernya Dean Village ini termasuk pemukiman warga juga tapi tempat ini sudah menjadi World’s Heritage loh, kalau liat google ya. Di desa ini walau ada beberapa rumah tapi kami gak begitu banyak melihat warganya, yang ada ya para turis seperti kami ini. Mungkin desa ini cuma dijadikan tempat persinggahan semacam villa gitu bagi orang-orang kaya disana kali ya, menurut saya aja sih ini #sotoymodeon. Di desa ini kita bisa melihat rumah-rumah khas UK, trus ada pemakaman juga yang super rapi tapi ya rada horror juga sih kalau jalan sendirian, dan disini tuh ada aliran sungai. Bikin suasana makin tentram deh.





Setelah puas nikmatin suasana di Dean Village kami lanjut perjalanan ke Elephant Cafe, kafe ini adalah kafe yang sering dikunjungi J.K. Rowling penulis buku Harry Potter. Dan menurut info semenjak buku ketiga Harry Potter, JK Rowling menulis ceritanya di kafe ini. Sampe kafe ini menjuluki dirinya sebagai  “birthplace of Harry Potter”. Tempat ini cukup ramai padahal tempatnya menurut saya gak begitu luas sih, trus banyak beberapa kumpulan turis (kebanyakan dari Asia Timur) yang antre foto di depan kafe ini. Kami pun gak mau ketinggalan dong untuk foto disini.


Dari situ kami lanjut ke Spoon Cafe, ini juga kafe yang biasa dikunjungi sama JK Rowling. Tapi penampakan kafe ini gak begitu terlihat. Gak seperti Elephant Cafe yang sampe menulis dirinya sebagai “birthplace of Harry Potter”, kafe ini ya seperti kafe biasa aja. Kami lanjut main ke museum. Wisata museum di Edinburgh ini hampir semuanya gratis, jadi ya gak mau melewatkan sesuatu yang gratis dong. Jadi kami ke National Gallery. Tempat ini lebih banyak lukisan-lukisan para anggota kerajaan dan kondisi Inggris zaman dahulu. Abis dari situ, kami ke Museum On The Mound. Ini kayak semacam Museum Bank Indonesia gitu. Jadi isinya tentang uang-uang dan alat tukar di Inggris dari zaman dulu hingga sekarang. Setelah dari situ kami mencoba mencari masjid. Dan akhirnya kami ketemu kawasan Muslim disini. Jadi ada beberapa toko halal, jadilah kami coba cek dan beli daging halal buat bekal makan kami besok. Dari toko baru kami menemukan masjid, nama masjidnya Mosque Kitchen. Untuk jamaah perempuan kami harus naik ke lantai 2. Saat di dalam ada sekumpulan anak-anak yang lagi belajar ngaji yang diajari oleh seorang wanita. Kalau melihat perawakannya anak-anak & wanita itu keturunan Timur Tengah. Jadi waktu disana cuma ada mereka dan kami berdua, menunggu adzan maghrib dan menunaikan shalat maghrib di masjid ini. Selesai sholat kami segera kembali ke hostel.

Selama di Edinburgh kami gak begitu tertarik untuk merasakan suasana malamnya karena selain karena gak ada tempat yang bisa dikunjungi (rata-rata jam 5 sore tempat-tempat wisata bahkan taman sudah ditutup), suasananya yang sepi dengan penerangan yang sangat minim agak khawatir aja kalau ada orang yang iseng ganggu. Padahal mah sebenernya orang-orang disini ramah-ramah sih tapi tetep aja anaknya parno dan lebih baik mencegah kan. Makanya kalau sudah agak petang kami sebisa mungkin udah jalan menuju kembali ke hostel.

Hari terakhir di Edinburgh, pagi-pagi kami sarapan dengan bikin sup telor + daging yang kemarin kami beli. Kebetulan di chill out room hostel ada garam dan lada. Jadi bisa dijadiin bumbu dan ditambah bon cabe dong yang kami bawa dari Indonesia. Super nikmat sarapan kami pagi itu. Alhamdulillah. Selesai sarapan kami berangkat menuju Calton Hill, tempatnya gak begitu jauh dari hostel. Tapi ketika perjalanan kesana tiba-tiba hujan turun, gak deres sih tapi ya lumayan bikin basah. Jadi ya kami tetep jalan dengan pake payung. Karena hujan suasananya jadi gloomy, padahal dari tempat ini bisa ngelihat kota Edinburgh dari ketinggian. Kalau cerah pasti keliatan cantik banget. Gak berapa lama hujan mulai deras, akhirnya kami menuju ke sebuah bangunan terdekat dan berteduh disana. Banyak para wisatawan juga berteduh di tempat ini. Ketika lagi nunggu hujan reda, saya merhatiin kok hujannya aneh. Airnya tuh kayak mantul-mantul di tanah. Trus saya bilang ke Yulia kayaknya ini hujan es deh dan Yulia langsung ngecek dong, dia menengadahkan tangannya dan menampung hujan. Dan beneran itu bukan hujan air tapi es. Es ya bukan salju, karena kalau salju lebih lembut. Kalau ini tuh kayak kerikil-kerikil kecil gitu. Jadi takjub bisa ngerasain hujan es disini. Setelah agak reda kami memutuskan untuk kembali ke hostel. Kami menghangatkan diri dulu sambil mikir tempat wisata mana yang bisa kami kunjungi dalam kondisi hujan begini.




Akhirnya kami memutuskan untuk ke National Museum of Scotland. Museum ini luasnya super banget, buat muterin semua isinya gak cukup cuma sehari. Karena museum ini ada 7 lantai dengan dua sisi yang berbeda. Kayaknya saya cuma sanggup sampai lantai 4 kalau gak salah. Isi museumnya pun beragam dan dari seluruh dunia. Ada tentang fashion, kebudayaan, alat transportasi, alat komunikasi, dll.


Setelah capek keliling museum kami penasaran pengen main ke universitasnya. Baru sampe kawasan kampusnya hujan turun lagi dan cukup deres  karena kondisi udah lelah, saya memilih untuk kembali ke hostel untuk istirahat. Sedangkan Yulia tetep lanjut untuk liat isi kampus. Jadi kami misah deh. Jadi museum itu destinasi terakhir yang saya kunjungi di hari terakhir di Edinburgh. Saya kembali ke hostel untuk mandi wajib (karena baru selesai haid), packing barang-barang, dan tidur karena besok pagi sudah harus berangkat ke Manchester. Thank you Edinburgh, paket lengkap nih. Semua cuaca bisa dirasain, thanks a lot for such a good experience. See you again!!!

Komentar

Postingan Populer