BACKPACKER TO UBUD - Day 3
Dari Minggu malam sudah merencanakan untuk summit ke Gunung
Batur. Jadi jam 1 pagi kami sudah bangun & bersiap menuju ke basecamp
Gunung Batur. Perjalanan super pagi ini sangat sepi, paling di jalan ketemu
banyak rombongan anjing yang lagi pada arisan. Hehehe..
Sampai basecamp kami hendak bayar biaya retribusinya tapi
karena tidak ada yang jaga jadi kami summit gratis. Summit ini saya bener-bener
gak ada persiapan sama sekali. Sepatu untuk naik aja sampai pinjam dengan teman
saya & lampu penerangan yang dipake ya senter dari hanphone saja. Tapi gak
membuat perjalanan ini terhambat.
Selama mendaki, kebanyakan para turis mancanegara paling
ketemu orang local beberapa karena mereka menjadi guide dari turis-turis bule
tersebut. Jadi dengan kata lain, turis lokasl yang summit cuma aku dan temanku
& tentunya cuma kami berdua yang menggunakan hijab. Sampai beberapa orang
lokal menanyakan tentang ibadah kami (waktu itu kami sempat berhenti untuk
sholat shubuh) sampai apa yang kami kenakan di kepala. Ya temanku yang sudah
cukup lama tinggal di Bali yang menjelaskan dengam bahasa lokal sana.
Sampai puncak Alhamdulillah cuaca cerah jadi bisa dapet
sunrise dengan background Gunung Rinjani dari jauh, Gunung Abang, & Gunung
Agung. Beneran pemandangan yang super duper indah deh. Liat aja nih..
Setelah dari Gunung Batur kami kembali ke kosan & perjalanan selanjutnya saya harus sendirian karena teman saya harus masuk kantor. Nah destinasi selanjutnya adalah Sacred Monkey Forest. Tempatnya tidak jauh dari kosan teman saya dan juga tidak jauh dari Pasar Seni Ubud, jadi bisa dibilang Monkey Forest ini terletak di tengah kota Ubud. Untuk masuk kesini kita harus membayar tiket masuk 50 ribu & parkir gratis kalau menunjukkan tiket masuk Sacred Monkey-nya. Di tempat ini kita bisa melihat monyet-monyet berkeliaran & pengunjung juga bisa berfoto dengan para monyet dengan cara memberi mereka makan pisang yang disediakan di dalam tapi kita harus bayar pisangnya seharga 20 ribu (kalau gak salah untuk 5 buah pisang). Tapi kalau tidak mau ya gak papa, cukup foto-foto sekitarnya aja. Hehe.. Berikut suasananya di Sacred Monkey Forest.
Dari Monkey Forest, saya melanjutkan perjalanan ke Ubud Palace yang bersebrangan dengan Pasar Seni Ubud. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari tempat ini, hanya pura besar dengan detail desain yang Bali banget & untuk masuk kesini pun gratis.
Setelah dari Ubud Palace saya langsung menyebrang ke Pasar Seni Ubud, tujuan saya cuma mau beli tas rotan yang sedang kekinian saat ini. Hehe.. Selain tas rotan di pasar ini juga menjual berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Jadi siap-siap bikin kantong tipis bagi yang doyan belanja. Dan di pasar ini gak jauh beda dengan pasar-pasar lainnya, kita harus pinter nawar untuk dapat harga yang sesuai. Karena di Bali, biasanya harga yang dipasang itu cukup tinggi karena menyesuaikan dengan budget para bule. Tapi kalau kalian pinter nawar pasti bisa dapat harga yang wajar. Jadi akan lebih menguntungkan buat kalian yang pinter nawar atau bisa mengajak teman lokal untuk bantu nawarin. Hehe..
Setelah dari Pasar Seni Ubud, saya melanjutkan ke Neka Art Museum. Museum ini merupakan milik swasta jadi biaya masuknya cukup mahal. Tiket masuknya sebesar 75 ribu. Di dalamnya kita bisa menikmati berbagai macam lukisan dari zaman dulu sampai lukisan yang bergaya kekinian. Lokasi museum ini cukup luas (ada 5 ruangan utama) dan tiap ke gedung satu dengan yang lain diselingi dengan taman yang rindang. Nyaman banget tapi agak sedikit nyeremin sih kalau datang sendirian seperti saya karena kebanyakan lukisannya itu gambar orang saya jadi parno sendiri takut kalau gambarnya bergerak. Hahaha.. pardon me :) Jadi saya gak begitu lama melihat semua lukisan di museum ini.
Setelah dari museum, saya bingung mau kemana lagi jadilah saya kembali ke kosan & menjelang malam saya tiba-tiba kepengen makanan Italia kayak pasta & pizza gitu. Yaudah deh saya makan di Bali Buda & saya pesan sejenis pasta aglio olio gitu yang tentunya pedas. So yummy!! Gak berapa lama teman saya nyamperin sepulang dia dari kantor. Eh abis makan di Bali Buda saya langsung diajakin lagi makan di Pizza Bagus tapi menunya kali ini pizza & yang bikin menarik yaitu salah satu toppingnya yaitu telor! Baru kali ini nyobain pizza yang toppingnya telor & rasanya enak bangetsss. Walau udah kenyang di tempat makan sebelumnya, saya tetep lahap makanin pizzanya. Hahaha..
Segitu aja untuk hari ketiga ini.
To be continued to Last Day~
Setelah dari Gunung Batur kami kembali ke kosan & perjalanan selanjutnya saya harus sendirian karena teman saya harus masuk kantor. Nah destinasi selanjutnya adalah Sacred Monkey Forest. Tempatnya tidak jauh dari kosan teman saya dan juga tidak jauh dari Pasar Seni Ubud, jadi bisa dibilang Monkey Forest ini terletak di tengah kota Ubud. Untuk masuk kesini kita harus membayar tiket masuk 50 ribu & parkir gratis kalau menunjukkan tiket masuk Sacred Monkey-nya. Di tempat ini kita bisa melihat monyet-monyet berkeliaran & pengunjung juga bisa berfoto dengan para monyet dengan cara memberi mereka makan pisang yang disediakan di dalam tapi kita harus bayar pisangnya seharga 20 ribu (kalau gak salah untuk 5 buah pisang). Tapi kalau tidak mau ya gak papa, cukup foto-foto sekitarnya aja. Hehe.. Berikut suasananya di Sacred Monkey Forest.
Dari Monkey Forest, saya melanjutkan perjalanan ke Ubud Palace yang bersebrangan dengan Pasar Seni Ubud. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari tempat ini, hanya pura besar dengan detail desain yang Bali banget & untuk masuk kesini pun gratis.
Setelah dari Ubud Palace saya langsung menyebrang ke Pasar Seni Ubud, tujuan saya cuma mau beli tas rotan yang sedang kekinian saat ini. Hehe.. Selain tas rotan di pasar ini juga menjual berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Jadi siap-siap bikin kantong tipis bagi yang doyan belanja. Dan di pasar ini gak jauh beda dengan pasar-pasar lainnya, kita harus pinter nawar untuk dapat harga yang sesuai. Karena di Bali, biasanya harga yang dipasang itu cukup tinggi karena menyesuaikan dengan budget para bule. Tapi kalau kalian pinter nawar pasti bisa dapat harga yang wajar. Jadi akan lebih menguntungkan buat kalian yang pinter nawar atau bisa mengajak teman lokal untuk bantu nawarin. Hehe..
Setelah dari Pasar Seni Ubud, saya melanjutkan ke Neka Art Museum. Museum ini merupakan milik swasta jadi biaya masuknya cukup mahal. Tiket masuknya sebesar 75 ribu. Di dalamnya kita bisa menikmati berbagai macam lukisan dari zaman dulu sampai lukisan yang bergaya kekinian. Lokasi museum ini cukup luas (ada 5 ruangan utama) dan tiap ke gedung satu dengan yang lain diselingi dengan taman yang rindang. Nyaman banget tapi agak sedikit nyeremin sih kalau datang sendirian seperti saya karena kebanyakan lukisannya itu gambar orang saya jadi parno sendiri takut kalau gambarnya bergerak. Hahaha.. pardon me :) Jadi saya gak begitu lama melihat semua lukisan di museum ini.
Setelah dari museum, saya bingung mau kemana lagi jadilah saya kembali ke kosan & menjelang malam saya tiba-tiba kepengen makanan Italia kayak pasta & pizza gitu. Yaudah deh saya makan di Bali Buda & saya pesan sejenis pasta aglio olio gitu yang tentunya pedas. So yummy!! Gak berapa lama teman saya nyamperin sepulang dia dari kantor. Eh abis makan di Bali Buda saya langsung diajakin lagi makan di Pizza Bagus tapi menunya kali ini pizza & yang bikin menarik yaitu salah satu toppingnya yaitu telor! Baru kali ini nyobain pizza yang toppingnya telor & rasanya enak bangetsss. Walau udah kenyang di tempat makan sebelumnya, saya tetep lahap makanin pizzanya. Hahaha..
Segitu aja untuk hari ketiga ini.
To be continued to Last Day~




Komentar
Posting Komentar